Pengukuran Pengangguran Terbuka dalam Sakernas

Seroang pakar ketenagakerjaan (yang lebih dikenal sebagai pakar sampling), Mr. Vijay Verma,  mengevaluasi konsep-konsep digunakan oleh BPS mengenai “bekerja” dan “tidak bekerja”. Kesimpulannya, definisi “bekerja” masih sejalan dengan ILO, sedangkan definisi “tidak bekerja” tidak. Ia menyarankan agar dilakukan penelitian empiris untuk mengukur implikasi penggunaan definisi ILO mengenai konsep “tidak bekerja” yang diperluas. Tulisan singkat ini menyajikan hasil evaluasi empiris yang dimaksud menggunakan data Sakernas 1996-2000; disiapkan oleh penulis bersama seorang konsultan USAID, Mr. Yahya Jammal, dengan judul asli ‘’Measuring Open Unemployment in Sakernas” yang di-Indonesia-kan oleh Ibu Sri Budianti Sukmadi.

Ada dua catatan awal. Pertama, dalam tulisan ini istilah ‘tidak bekerja’ tampaknya merupakan terjemahan dari unemployed sehingga mungkin akan lebih mudah diikuti jika dibaca sebaga ‘penganggur’ atau ‘menganggur’. Kedua, angka penganggur yang secara resmi diterbitkan BPS mulai 2001 pada dasarnya mengikuti konsep penganggur yang diperluas seperti yang dibahas dalam tulisan ini.

[Lanjut]