Tinjauan Buku: The Geopolitics of Emotion: How Culture of Fear, Humiliation, and Hope Are Reshaping the World

Tinjauan Buku
Judul : The Geopolitics of Emotion: How Culture of Fear, Humiliation, and Hope   Are Reshaping the World
Pengarang : Moïsi, Dominique
Tahun terbit : 2009
Penerbit : Doubleday
Halaman : 176 halaman + xii

Seperti tercermin dari judul, buku ini memetakan geopolitik dengan tilikan tidak lumrah, emosi. Karena tidak lumrah inilah buku ini menuai banyak kritik. Sebagian kritikus ‘meragukan’ kadar ilmiah isi buku ini dan mengatakan kira-kira ‘kok urusan geopolitik pakai pendekatan emosi’. Oleh penulisnya buku ini didedikasikan untuk bapaknya dalam bahasa yang emosional tetapi juga inspirasional: ‘Untuk mengenang bapak saya, Jules Moïsi, number 159721 di Auschwitz, yang selamat dari ketakutan dan penghinaan yang ekstrim dan mengajarkan harapan pada saya’.

Tetapi kita keliru jika mengira penulis menganggap masing-masing emosi itu sebagai sesuatu yang salah dalam dirinya sendiri. Bagi dia ketiganya ‘diperlukan’. Darah yang sehat, argumennya, memerlukan darah merah, darah putih dan plasma. Kehilangan salah satu akan membuat darah menjadi tidak sehat. Analog dengan itu, situasi geopolitik tidak sehat yang didominasi oleh harapan, mislanya. Yang diperlukan adalah keseimbangan: keseimbangan antara ketakutan, humiliasi dan harapan.

Bagi saya, dengan cara ini penulis bermaksud menegaskan posisinya: tidak seoptimis Fukuyama (dengan the end of history-nya) tetapi juga tidak sepersimis Hutington (dengan clash of civialtion-nya). Bagi yang meminati artikel lengkap silakan klik: TinjBukuMosi

Niat, Kehendak dan Kata

Niat Menentukan Hasil suatu Kegiatan.

Itu kir-kira arti suatu hadits Nabi SAW. Demikianlah arti penting niat. Tetapi apa makna niat? Antara Niat, Kehendak, dan Kata terdapat hubungan-makna yang layak dicermati. Tulisan  INI menggambarkan secara singkat hubungan yang dimaksud .

COHORT-PERIOD FERTILITY RATES IN WEST JAVA

Artikel ini menganalisis fertilitas kohor-periodik di Jawa Barat menggunakan data Survey Prevalensi Indonesia (SPI) 1987. Penerapan metode analisis ini banyak dianjurkan para ahli karena manfaatnya dalam memperkaya interpretasi mengenai tingkat dan tren fertilitas. Metode ini pada dasarnya didasarkan pada data riwayat kelahiran anak yang pernah dilahirkan oleh responden.

Kesimpulan studi menunjukkan bahwa tingkat fertilitas di Jawa Barat telah mengalami penurunan jauh sebelum program Keluarga Berencana diperkenalkan secara nasional; bahkan jauh sebelum Indonesia melancarkan `modernisasi” dalam arti sesungguhnya.

Versi awal artikel ini pernah dimuat majalah Forum Statistik, No: 1-2 Tahun X, Edisi Maret-Juni 1991. Bagi yang berminat mengakses artikel silakan kilik INI

[Untuk kembali ke Daftar Isi klik INI]

 

 

 

← Back

Thank you for your response. ✨