Selamat datang di uzairsuhaimi.blog! Blog ini merekam jejak pemikiran penulisnya mengenai bidang sosial-ekonomi-kependudukan dan refleksinya mengenai kebijaksanaan abadi dalam perspektif Islam.
Seekor Ikan Salem memiliki kesadaran kongkrit bahwa di laut ini dirinya bukan pribumi; ia menyadari:
dari mana ia berasal: hulu sungai yang letaknya jauh di atas sana; dan
misi hidupnya: pulang-kampung, kembali dengan selamat ke tampat asal.
Ia menyadari perjalanan pulang-kampung sangat jauh dan berat; ia menyadari:
agar tak tersesat, ia harus mengikuti arah yang di hidayahkan oleh Rabb-nya;
cara teraman adalah melakukan perjalanan secara berjamaah;
perjalannya sangat melelahkan karena harus melawan arus; dan
perjalanannya memerlukan bekal yang cukup, semangat baja, konsistensi, dan kesabaran.
Ia menyadari di tengah perjalanan-pulang ia akan menemukan banyak kolam yang nyaman untuk ditinggali dengan sumber makanan melimpah, tapi juga menyadari:
kolam itu hanya cobaan untuk mengalihkan perhatian dari tujuan;
tinggal di kolam itu hanya jeda, sekadar untuk mengumpulkan energi dan memperbaharui komitmen; dan
harus melanjutkan perjalanan sekalipun melalui jalur terjal yang penuh bebatuan yang licin dan tajam.
Ia menyadari perjalan-pulangnya penuh risiko:
Segerombolan manusia yang siap menangkapnya di teluk ketika berkumpul dengan sesama bahkan sebelum mulai perjalanan-pulang, tapi pasrah karena menyadari pengorbananya bermaslahat bagi manusia; dan
Sekumpulan beruang yang siap menyantapnya, tapi ikhlas karena menyadari hal itu akan bermanfaat bagi kelangsungan hidup spesies beruang, juga bagi kesuburan ekosistem di sekitar.
Ia menyadari pengorbanan dirinya, jika perlu, akan sangat berharga bagi keselamatan kelompoknya: Ia mengetahui cara mati yang bermartabat.
Sekalipun menghadapi risiko mematikan ia menyadari harus melanjutkan perjalanan sebelum tiba di kampung halaman. Ketika tiba di sana ia menyadari sisa misinya adalah membuahi atau dibuahi demi kelangsungan hidup spesiesnya.
Setelah misi itu selesai ia hanya tersenyum-bahagia karena menyadari:
akan kembali kepada keharibaan Rabb-nya;
di sana bukan jurang-dalam-gelap yang menakutkan, tapi
kelimpahan cahaya abadi yang di luar bahasa makhluk untuk menggambarkan keindahannya …..@
**Statistics and Spirituality: An Unexpected Synergy**
At first glance, the pairing of statistics and religion may seem unconventional—even paradoxical. One discipline is rooted in empirical analysis, quantifying the tangible realities of our world; the other contemplates the transcendent, exploring truths beyond the physical realm. Yet this very duality defines my journey: a lifelong dedication to statistical rigor intertwined with a deep fascination for humanity’s spiritual dimensions.
**Professional Journey: Three Decades of Data-Driven Impact**
From 1981 to 2011, I served as a statistician at *BPS-Statistics Indonesia*, the nation’s central bureau of statistics, contributing to data-driven policymaking and national development. Following this, I lent my expertise to Indonesia’s *TNP2K* (a Vice President’s Office initiative) and the *International Labour Organization’s Regional Office for Asia and the Pacific (ILO-ROAP)* as a senior statistician. Since 2012, I have operated as an independent consultant, collaborating with entities like the ILO and Indonesian government agencies on pivotal projects. A recent highlight includes leading Indonesia’s first comprehensive *estimation of child labor* for the ILO Country Office in Jakarta (2019), a critical step toward addressing this urgent social challenge.
**Spiritual Inquiry: Bridging the Universal and the Esoteric**
Parallel to my professional work, I have nurtured a decades-long intellectual passion for the essence of religious thought—its esoteric traditions, universal principles, and timeless wisdom. Sufism’s mystical teachings and the *perennial philosophy*, which seeks shared truths across spiritual traditions, hold particular resonance for me. To explore these themes, I have authored and shared reflections on my personal blog, inviting dialogue on how inner understanding intersects with our outer world.
**Convergence: Where Analysis Meets Meaning**
This unlikely harmony between data and devotion has profoundly shaped my perspective: statistics reveal the *"what"* of human conditions, while spirituality grapples with the *"why."* Together, they form a dynamic lens through which I seek to understand—and contribute to—both the measurable and the immeasurable dimensions of life.
.
View all posts by Uzair Suhaimi