Ramakrishna, untuk mengilustrasikan kedekatan Rabb SWT dengan kita, menggunakan dialog murid-guru berikut:
Murid: Tuhan Maha Pengasih dan Maha Penyayang.
Guru: Bagaimana kamu mengetahuinya?
Murid: Kenapa Guru bertanya? Bukankah Dia yang memberi kita hidup, mendidik dan memelihara kita?
Guru: Apa istimewanya mengenai itu? Tuhan itu Bapak kita semua. Jika seorang bapak tidak mengurusi anaknya, siapa lagi yang akan melakukannya? Haruskah tetangga yang mengurus anak-anakmu?
Murid: Jadi kita tidak bisa mengatakan Tuhan Maha Pengasih-Penyayang?
Guru: Apakah aku melarangmu mengatakan demikian? Yang ingin aku katakan ini:
The Lord is our nearest and dearest, not like a stranger.
Sumber: Diadaptasi dari The Gospel of Ramakrihna (2007:287),The Vedanta Society.
****
Mengenai kedekatan ini Al-Quran menggunakan narasi yang lebih lugas serta dalam perspektif yang berbeda, perspektif God is reliazed within meminjam istilah Ramakrishna (dalam kesempatan lain). Narasi Al-Quran yang dimaksud dapat dicermati dalam ayat berikut:
Dan sungguh Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, dan Kami lebih dekat kepadanya dari pada urat lehernya (QS 50:16).
Wallahualam bimuradih….@
[Catatan: Model dialog dengan tema yang serupa dapat diakses di SINI.]
