Mengenal Muhammad Mursi

Sumber gambar: Google

Dunia Muslim kehilangan tokoh ini yang meninggal Selasa 18 Juni 2019 di tengah masa persidangannya terkait berbagai tuduhan yang ditujukan kepadanya. Nama lengkapnya Muḥammad Mursī ʿĪsā al-ʿAyyāṭ. Ia adalah mantan Presiden Mesir (yang ke-5) yang dijabat hanya setahun, dari 30 Juni 2012- 3 Juli 2013, mungkin paling singkat dalam sejarah Mesir. Jabatan itu digantikan oleh General Abdel Fattah el-Sisi melalui suatu kudeta militer.

Kehidupan dan Karier Pendidikan

Almarhum Mursi AS terlahir dari keluarga sederhana di Desa El-Adwah, Mesir Utara pada 8/8/1951: bapaknya petani dan ibunya pengurus rumah tangga biasa. Untuk bersekolah di desanya ia dilaporkan masih menunggangi keledai.

Pada 1960-an almarhum memperoleh gelar sarjana muda dengan pujian tinggi sebagai insinyur dari Universitas Kairo. Sekitar 1975-76 ia mengikuti wajib militer dan bekerja sebagai di unit persenjataan kimia.

Setelah menyelesaikan program master selanjutnya almarhum melanjutkan studi di Universitas California Selatan, Amerika Serikat, melalui bea siswa pemerintah. Di sana ia meraih gelar PhD dengan disertasi “High-Temperature Electrical Conductivity and Defect Structure of Donor-Doped Al2O3“. Ia sempat menjabat asisten profesor di Universitas Negara California 1982-85 dan bekerja di NASA (awal 1980-an) membantu membangun mesin Pesawat Ruang Angkasa.

Singkatnya, karier pendidikan dan profesi sebagai insinyur, almarhum gemilang. Bagaimana kariernya di bidang politik?

Karier Politik

Untuk sampai menjadi presiden, karier politiknya tentu gemilang. Sayangnya tidak bertahan lama, hanya setahun beberapa hari, sebelumnya akhirnya dijatuhkan melalui kudeta militer. Kenapa dijatuhkan? Untuk menjawab ini secara memuaskan tentu diperlukan kajian mendalam yang bukan porsi dari tulisan ini yang fokusnya hanya pada hal-hal pokok yang bersifat indikatif.

Tinjauan singkat sejumlah bacaan terkait dengan isu ini mengarah pada beberapa faktor yang patut diduga menyebabkan kejatuhan karier politik almarhum: kurang-akurnya dengan pihak militer, ketegasan sikapnya mengenai sejumlah isu politik global khususnya di Timur Tengah, kedekatannya dengan Iran (dan Qatar) dan –ini mungkin paling menentukan– “kejahatan” media-massa yang secara sistematis memfitnah atau memojokkannya dengan cara mengutip ucapannya di luar konteks.

Hubungannya dengan pihak militer didorong oleh keyakinannya bahwa seorang presiden adalah panglima tertinggi dan menghendaki agar anggaran militer accountable. Ia memecat beberapa petinggi militer yang dinilai tidak sejalan dan menggantikan dengan mereka yang dinilai cocok, termasuk El-Sisi (presiden sekarang). Masalahnya ini: (1) Almarhum Mursi RA bukan seorang militer, dan (2) akuntabilitas anggaran kemiliteran merugikan kepentingan para petinggi militer yang selama ini dinikmati secara leluasa.

Terkait dengan isu lain, sikap Mursi RA sangat tegas:

  • Ia mengancam Peristiwa 9/11, sekaligus mengkritik AS terlalu gegabah menghukum sejumlah negara Muslim.
  • Ia menegaskan hak kewargaan penuh bagi Umat Kristen di Mesir, sekaligus tidak mentolelir sikap tidak hormat terhadap Rasul SAW.
  • Ia mengakui Umat Agama Yahudi sebagai ahli kitab sesuai ajaran Al-Quran dan sangat menaruh respek kepada mereka, tetapi sekaligus mengecam kebrutalan Pemerintah Israil terhadap warga sipil Palestina. (Diksi terakhir ini mudah dipahami membuat tidak nyaman pemerintah Amerika Serikat dan sekutu-sekutunya.)

Mengenai Israil sebenarnya ia berhubungan sangat baik dengan PM Israil ketika itu tetapi hal itu malah dipelintir oleh lawan-lawan politiknya dan masyarakat Inilah salah satu contoh dari “kejahatan” media masa”. Kejahatan serupa terjadi dalam kasus hubungan baiknya dengan Iran yang dinarasikan sedemikian rupa sehingga menumbuhkan sikap permusuhan internal di kalangan Suni.

Memahami Pandangan Mursi

Ucapan seseorang dapat diasumsikan menggambarkan sikap genuine orang itu. Jika pernyataan benar maka kutipan-kutipan berikut layak dijadikan rujukan untuk memahami pandangan Mursi AS dalam berbagai bidang kehidupan (Sumber: ini):

  1. There cannot be peace in the Middle East without giving Palestinians their full rights.
  2. The Zionists have no right to the land of Palestine. There is no place for them on the land of Palestine.
  3. The world is not uni-cultural. We must live together rather than seeking to dominate each other. The people in the world cannot accept domination anymore.
  4. Freedom of expression comes with responsibilities, especially when it comes with serious implications for peace.
  5. The revolutions of the Arab Spring happened because people realized they were the power.
  6. I’m very keen on having true freedom of expression. True freedom of faith. And the free practice of religious faith.
  7. There is no power above people power.
  8. I will treat everyone equally and be a servant of the Egyptian people.
  9. I am the first Egyptian civilian president elected democratically, freely, following a great, peaceful revolution.
  10. The world stage is very difficult. It’s not easy to be on the world stage.
  11. I will not betray my country.
  12. Egyptians are always and will always be supportive of their Palestinian brothers, all Palestinians.
  13. When the Egyptians decide something, probably it is not appropriate for the U.S. When the Americans decide something, this, of course, is not appropriate for Egypt.
  14. Egypt is practicing its very normal role on its soil and does not threaten anyone and there should not be any kind of international or regional concerns at all from the presence of Egyptian security forces.
  15. We must confront this Zionist entity. All ties of all kinds must be severed with this plundering criminal entity, which is supported by America and its weapons, as well as by its own nuclear weapons, the existence of which is well known. It will bring about their own destruction.
  16. If you want to judge the performance of the Egyptian people by the standards of German or Chinese or American culture, then there is no room for judgment.
  17. I never meant to antagonize anyone.
  18. There is a positive and personal relationship between the Egyptian people and the Syrian people.
  19. We Egyptians reject any kind of assault or insult against our prophet.
  20. The president of the Arab Republic of Egypt is the commander of the armed forces, full stop.
  21. Egypt now is a real civil state. It is not theocratic, it is not military. It is democratic, free, constitutional, lawful and modern.
  22. I will not use my legislative powers except in a very limited framework.
  23. The situation in Egypt is stable. We are ready for tourism and investment
  24. Conflict does not lead to stability in the world.
  25. We all have to announce our full solidarity with the struggle of those seeking freedom and justice in Syria and translate this sympathy into a clear political vision that supports a peaceful transition to a democratic system of rule that reflects the demands of the Syrian people for freedom.
  26. If there is a spot where you have a dictatorship, where people are not free, people are not satisfied, they do not find food and shelter, they are under the poverty level, this is a dangerous spot for the whole world, because those people will move, and they will move to different places. They will be carrying bad feelings towards others.
  27. When I say, ‘I am supporting the police or the army,’ I am talking about the army in general and the police in general. In general, those institutions are good institutions.
  28. I know about technology, about research, scientific applications, culture, civilization, differences between nations of the world, the nature of history.
  29. The most important thing for me is to have a real friendship between Egyptians and Americans.

Mudah-mudahan kutipan-kutipan di atas membantu memahami secara proporsional pandangan Mursi RA dalam berbagai bidang. Insyaallah beliau wafat sebagai seorang syahid: allhummanagfir lahu warhamhu wa’afi’hu wa’fu ‘anhu…..@

Contact: uzairsuhaimi@gmail.com

 

← Back

Thank you for your response. ✨

Berhalusinasi: Belajar Tauhid dari Rumi

Judul ini sekilas tampak aneh karena Rumi tidak dikenal sebagai ahli tauhid. Secara populer ia dikenal– di Timur maupun di Barat (yang ternyata lumayan banyak “pemujanya”)– sebagai penyair, tepatnya penyair sufistik. Kesan eneh muncul karena kebanyakan kita mengabaikan fakta historis bahwa sebelum menjadi penyair ia adalah seorang ulama besar-masyhur bahkan ketika usianya masih sangat muda[1].

Tidak berlebihan jika dikatakan karya-karya puitis Rumi merefleksikan keyakinan tauhid seorang ulama besar yang kokoh tetapi dinyatakan secara khas. Kekhasan inilah yang membuat karyanya dapat diterima oleh kalangan ulama tradisional yang cenderung mencurigai ajaran-ajaran sufistik.

Kekhasan itu juga yang agaknya membuat ia populer bahkan di kalangan non-Muslim, termasuk kalangan Barat-Nasrani kontemporer, paling tidak di kalangan intelektual. Yang terakhir ini mungkin salah satu “pahala” terbesar Rumi. Kenapa? Karena karya Rumi– sampai taraf tertentu– memainkan peran penting dalam menepis kesalahpahaman Barat terhadap ajaran Islam, khususnya di kalangan masyarakat awam Barat.

Tulisan ini mengulas secara singkat salah satu karya Rumi yang sarat dengan ajaran Tauhid yaitu “Kita Bertiga”. Aspek ajaran terkait dengan tema keabadian jiwa– atau kehidupan akhirat– yang mungkin bersifat universal yang diakui oleh semua agama yang dikenal manusia.

Sumber Gambar: Google

Ajaran mengenai kehidupan akhirat  layak terus-dibaca-ulang paling tidak karena dua alasan: (1) ajarannya paling sulit ditransformasikan menjadi kesadaran kongkret dalam arti menentukan sikap dan perilaku hidup sehari-hari, dan (2) dalam banyak kesempatan Al-Quran “meringkas” perinsip keimanan menjadi hanya dua yaitu percaya kepada Rabb SWT dan ada hari akhir[2].

Untuk menjelaskan ajaran ini Rumi mengajak pembaca untuk merefleksikan pengalaman langsung siklus hidup kita masing-masing mulai dari embrio. Jadi, argumennya bersifat eksistensial[3], suatu pendekatan yang dapat diterima secara universal. Pendekatan ini jelas berbeda dengan pendekatan umum para ulama tradisional yang umumnya mempercayakan diri pada dalil naqliyah (berbasis teks suci) maupun metode para mutakallimin yang cenderung mengandalkan dalil aqliyah (berbasis akal).

Untuk memperoleh gambaran lengkap isi puisi Rumi yang berjudul “Kita Bertiga” ini berikut disajikan terjemahan bebas penulis. Terjemahan ini tidak berasal dari karya Rumu melainkan dari terjemahan karya Espada[4]. Tokoh ini adalah satu dari sekian banyak “pengagum” Rumi .

Terjemahan

Kita Bertiga

Sedikit demi sedikit, sapihlah dirimu.

Ini adalah inti dari apa yang saya katakan.

Dari embrio, yang makanannya masuk dalam darah,

menjadi bayi peminum susu,

menjadi seorang anak dengan makanan padat,

menjadi pengejar kebijaksanaan,

menjadi pemburu permainan yang lebih tak-kasat-mata.

Pikirkan bagaimana melakukan percakapan dengan embrio.

Anda mungkin berkata, “Dunia di luar sangat luas dan rumit.

Ada ladang gandum dan gunung terbentang, dan kebun mekar.

Di malam hari ada jutaan galaksi, dan di bawah sinar matahari

keindahan teman-teman yang menari di pesta pernikahan.”

Anda bertanya kepada embrio kenapa tinggal diam-diam

di kegelapan dengan mata tertutup.

Dengarkan jawabannya:

Tidak ada “dunia lain”

Saya hanya tahu apa yang saya alami

Anda pasti berhalusinasi.

Teks Inggris:

We Are Three

 

Little by little, wean yourself.

This is the gist of what I have to say.

From an embryo, whose nourishment comes in the blood,

move to an infant drinking milk,

to a child on solid food,

to a searcher after wisdom,

to a hunter of more invisible game.

Think of how it is to have a conversation with an embryo.

You might say, “The world outside is vast and intricate.

There are wheat field and mountain passes, and orchards in bloom.

At night there are millions of galaxies and in sunlight

the beauty of friends dancing at a wedding.”

You ask the embryo who he, or she, stays copped up

at the dark with eyes closed.

Listen to the answer.

There is no “other world”

I only know what I’ve experienced

You must be hallucinating.

[1] Tulisan mengenai Rumi dapat diakses di sini.

[2] Lihat QS (2: 232,234), QS (3:114), QS (4:39,162), QS (9:45,99), QS (58:22), QS (65:2).

[3] Eksistenssiali: kemampuan mengenal  dan  memaknai  diri sendiri  untuk kemudian menentukan  apa  yang  akan  dilakukan  dengan  memilih  di  antara  berbagai  kemungkinan yang terbuka sebagai ungkapan keberadaannya (diri sendiri) sebagai manusia.

[4]  “My Favorite Rumi: selected by Jason Espada (200:65). Rujukan mengenai karya-kara Espada dapat diakses di sini.

Contact: uzairsuhaimi@gmail.com

← Back

Thank you for your response. ✨

Islam, Isu HAM dan Lingkungan Hidup

Dalam perspektif Islam, hakikat manusia– sebagai individu maupun kolektif– adalah hamba Rabb SWT; artinya, alasan keberadaannya di muka bumi adalah untuk menghambakan diri kepada-Nya. Mengenai hal ini Al-Quran sangat eksplisit: “Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka menghambakan-diri (beribadah) kepada-Ku” (QS 51:56).

Bagaimana dengan fungsi kekhalifahan manusia sebagaimana yang juga disebut dalam Kitab Suci itu (QS 2:30)? Fungsi ini adalah bagian dari hakikat keberadaannya sebagai hamba dalam arti direalisasikan atas nama-Nya. Itulah sebabnya Muslim dianjurkan mengucapkan bismillah (atas nama Allah SWT) sebelum melakukan suatu kegiatan.

Anjuran baca bismillah ini– jika dilakukan dengan penuh kesadaran– akan menyadarkan kehadiran-Nya setiap saat. Inilah makna kesadaran agama dalam tataran praktis kehidupan sehari-hari. Kesadaran mengenai kehadiran-Nya mestinya berfungsi sebagai daya cegah perbuatan yang bertentangan dengan norma kebaikan umum (Arab: makruf) maupun norma kebaikan universal (Arab: khair).

Kesadaran mengenai kehadiran-Nya mestinya berfungsi sebagai daya cegah perbuatan yang bertentangan dengan norma kebaikan umum maupun universal.

Contoh kebaikan umum (berlaku dalam konteks sosial-budaya tertentu) adalah menghormati orang tua dan hak-hak tetangga yang sebenarnya berlaku secara universal tetapi cara atau ekspresinya dapat berbeda antar budaya. Contoh kebaikan universal adalah menghormati hak-hak asasi manusia (HAM) dan mencegah kerusakan “bumi”.

Ayat Lingkungan hidup

Soal kerusakan bumi bukan soal sepele: ayat-ayat pertama Al-Quran secara eksplisit mengaitkan ciri-ciri orang munafik dengan perilaku merusak tetapi selalu mencari pembenaran (misalnya dengan alasan pertumbuhan ekonomi-tidak-berkelanjutan):

Dan apabila dikatakan kepada mereka “Jangan berbuat kerusakan di bumi” mereka menjawab, “Sesungguhnya kami justru orang-orang yang melakukan perbaikan. Ingatlah sesungguhnya merekalah yang berbuat kerusakan tetapi mereka tidak menyadarinya (QS 2:11-12).

Banyak ayat serupa, antara lain yang berikut ini:

(orang fasik yaitu) orang-orang yang melanggar perjanjian dengan Allah… dan berbuat kerusakan di bumi (QS:2:27)

Dan orang-orang yang melanggar janji Allah setelah diikrarkannya, … dan berbuat kerusakan di bumi, mereka itu memperoleh kutukan dan tempat kediaman yang buruk (QS13:25).

(Umat Nabi Saleh AS) .. yang berbuat kerusakan di bumi dan tidak mengadakan perbaikan (QS26:152)

Mereka berkata, ‘Wahai Zulkarnain! Sungguh Yakjuj dan Makjuj itu makhluk yang berbuat kerusakan di bumi... (QS 18:94).

Ada satu ayat lagi yang layak kutip:

Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan manusia … (QS 30:41).

Ayat terakhir memperlihatkan peran manusia dalam hal kerusakan alam. Pertanyaannya: Bagaimana penjelasannya Al-Quran sudah bicara soal ini ketika manusia secara kolektif masih sangat langka, belum ada teknologi berbasis motor-mesin, belum ada barang pabrikan?

Sumber Gambar: Google

Keprihatinan Global dan Datar Pertanyaan

Fakta bahwa isu HAM dan lingkungan hidup telah menjadi keprihatinan global menunjukkan bahwa kita secara kolektif telah berada dalam jalur yang tepat menjalankan fungsi kekhalifahan-Nya. Walaupun demikian, kesadaran kongkret mengenai dua isu global ini masih perlu ditumbuh-suburkan. Terkait dengan dua isu mendasar ini, daftar pertanyaan berikut ini layak direnungkan:

  • Kenapa isu kerusakan lingkungan baru muncul belakangan ketika kerusakan telah sedemikian parah, padahal hampir 1.5 milenium lalu Al-Quran telah mengingatkan?
  • Kenapa para ulama dan intelektual Muslim tidak mengambil peran prakarsa dalam upaya mengatasi isu lingkungan dan HAM, padahal mereka baca Al-Quran yang sangat inetens berbicara mengenai keduanya?
  • Kenapa mereka (ulama dan intelektual Muslim) tidak menyuarakan isu-isu HAM secara lantang ke arah para “penguasa” Muslim yang dicitrakan secara luas– paling tidak di langan masyarakat umum Barat– “tidak ramah HAM”?
  • Mereka “salah-baca” Al-Quran?

[Mungkin ini yang melatarbelakangi Abduh RA ketika menegaskan kira-kira begini: “Di Barat kutemukan Islam tetapi tidak Muslim; di Timur kutemukan Muslim tetapi tidak Islam”.]

Siapa bisa jawab?

Wallahualam... @

Contact: uzairsuhaimi@gmail.com

← Back

Thank you for your response. ✨

Alif-Lam-Mim: Analisis Kuantitatif

Angka Istimewa

Angka 7 itu istimewa. Paling tidak ada dua macam argumen mengenai ini. Pertama, angka ini sering disebutkan dalam ayat-ayat kitab suci agama samawi; juga dalam tradisi peradaban kuno termasuk Hindu, China dan Maya. Kedua, angka ini juga banyak ditemukan dalam ayat-ayat “alamiah”:

  • Ada 7 planet: Merkurius, Venus, Bumi, Mars, Jupiter, Satunus dan Uranus;
  • Ada 7 atmosfer: troposfir, stratosfir, mesosfir, termosfir, ionosfir, eksosfir dan magnetosfir
  • Ada 7 kali gerak-rotasi bumi/minggu: Minggu, Senin, Selasa, Rabu. Kamis, Jumat dan Sabtu.

Pertanyaan: Apakah hal ini kebetulan semata? Wallahualam. Secara intuitif penulis menilai fakta-fakta quraniah dan kauniyah semacam itu hampir mustahil bersifat random. Yang jelas, keistimewaan angka 7 juga tampak jelas dalam kaitannya dengan salah satu ayat Al-Quran yaitu alif-lam-mim sebagaimana dibahas secara singkat dalam tulisan ini.

Sumber Gambar: Google

Ayat Istimewa

Alif-lam-mim adalah ayat istimewa. Atau misteri. Misterinya terletak pada fakta bahwa tidak ada mufasir yang berani menafsirkannya[1]. Fakta quraninya ini:

  • Ayat ini adalah ayat pertama Al-Quran yang tercantum dalam Surat ke-2 (Al-Baqarah), setelah Surat ke-1 (Al-Fatihah). Surat ke-2 ini, dengan kandungan 286 ayat, merupakan surat terpanjang dalam Al-Quran.
  • Ayat ini juga merupakan ayat pertama dalam surat-surat ke-3 ke-29, ke-30, ke-31, dan ke-32. Jadi ada 6 surat yang mencantumkan ayat ini dan hanya sekali (1).

Apakah ini kebetulan? Wallahualam. Yang pasti, pengulangan 6 kali atas angka 6 dan angka 1 menghasilkan angka 666666 dan 111111 yang masing-masing kelipatan 7:

666,666 = 7 x 95,238

111,111 = 7 x 15,873

Seperti disinggung sebelumnya, total ayat dalam Surat ke-2 adalah 286. Total ayat dalam lima surat lainnya masing-masing 200, 69, 60, 34 dan 30. Jika semua angka total ini dijumlahkan maka hasilnya adalah angka 679 dan ini adalah kelipatan 7: 679 = 7 x 97. Selain itu, jika masing-masing angka total itu dijumlahkan (misal 286=2+8+6=16), maka akan memperoleh angka 49 yang merupakan kelipatan 7: 49 = 7 x 7.

Tabel 1 meringkas diskusi kita sejauh ini. Kolom terakhir pada tabel itu menunjukkan angka total yang juga kelipatan 7. Kebetulan lagi?

Tabel 1: Beberapa Karakteristik Surat yang Ayat Pertamanya Alif-Lam-Mim

Sumber: Diadaptasi dari INI.

Tidak ada Keraguan

Ayat ke-2 dari Surat ke-2 menegaskan tidak ada keraguan (Arab: rayba) di dalam Al-Kitab. Ini ayatnya:

Ayat ini terdiri dari 7 bagian: dzaalika, alkitab, laa, dan seterusnya jika dimulai dari kanan.  Yang menarik untuk dicatat ini: banyaknya huruf-huruf istimewa (alif, lam, atau mim) dari masing-masing bagian– mulai dari bagian terakhir, lilmuttaqin— adalah 3,0,0,0,2,2, dan 1. Apa istimewanya angka-angka ini? Jika angka-angka ini digabungkan maka akan diperoleh angka 30002221 yang merupakan kelipatan angka 7: 3,002,221 = 7 x 428,603

Ayat ke-2 dari Surat ke-32 sama-juga menegaskan tidak ada keraguan di dalam Al-Kitab. Ini ayatnya:

Dengan cara seperti sebelumnya, analisis ayat ini menghasilkan angka kelipatan 7 juga: 40,100,221 = 7 x 5.728,603. Kebetulan juga? [Kita memiliki terlalu banyak kebetulan.]

Kesimpulan

Angka 7 adalah angka istimewa (misterius); alif-lam-mim adalah ayat istimewa (misterius). Keistimewaan atau misterinya terletak pada kemampuannya mengungkap keistimewaan komposisi dan distribusi ayat dan huruf Al-Quran yang hampir mustahil bersifat acak. Keistimewaan ini “mengunci” campur tangan manusiawi untuk mengubah Al-Quran dengan cara menambah atau mengurangi ayat bahkan huruf di dalamnya. Caranya canggih dan kecanggihannya baru mungkin dapat dipahami Zaman Now atau era of numeric tech jika meminjam istilah Abduldaem Al-Kaheel sebagaimana diungkapkannya (Sumber: INI):

… mengapa Allah meletakkan huruf-huruf ini dalam buku-Nya, dan apakah sudah waktunya bagi Allah memberkati kita dengan pemahaman mengenai huruf-huruf ini, tetapi dapatkah huruf-huruf ini menjadi bukti kuat dan konkret mengenai kebenaran Allah di era ini teknologi numerik …

… why did Allah put these letters in His book, and is it about the time when Allah will bless us with the understanding of these letters, but can these letters be a strong, concrete proof to the truthfulness of Allah in this era of numeric tech...?

Wallahualam.…@

[1] Kalaupun ada yang berspekulasi maka bisanya segera diikuti pengakuan tulus: “Allah lebih tahu maksudnya”. Mengenai keistimewaan angka 7 dapat juga dirujuk ini.

Contact: uzairsuhaimi@gmail.com

← Back

Thank you for your response. ✨

Normandia 75 Tahun Lalu: Suatu Refleksi

75 tahun lalu Negara Indonesia masih dalam rahim ibu, Bangsa Indonesia. Sebagai bangsa Indonesia sudah eksis yang keberadaannya ditegaskan melalui Sumpah Pemuda 1928. Jadi faktanya, Indonesia adalah Negara-Bangsa: ada bangsa dulu, baru dibentuk negara. Tidak banyak negara-bangsa dalam pengertian ini, negara yang menurut bangsa ini eksis karena ‘Rahmat Tuhan…”.

75 tahun lalu, tepatnya 6 Juni 1944, terjadi peristiwa yang menentukan sejarah dan peta politik dunia masa kini. Peristiwa itu adalah pendaratan laut pasukan Kekuatan Sekutu di Normandia (Normandy) [1] untuk membebaskan Prancis dari pendudukan Nazi Jerman yang mengomandoi Kekuatan Poros. Peristiwa ini pada waktunya diikuti oleh pembebasan keseluruhan Eropa, mengakhiri Perang Dunia II, dan pembebasan negara-negara jajahan .

Pendaratan laut yang bersejarah itu adalah terbesar dalam sejarah manusia. Ia melibatkan hampir 5,000 kapal pendarat dan penyerang, 280 kapal pengawal, 277 kapal penyapu ranjau. Tentara yang mendarat: 160,000 pada hari pertama dan 875,000 pada akhir Juni. Korban: 1,000 pihak Poros dan paling tidak 10,000 pihak Sekutu.

Sumber: INI

Yang penting bagi kita adalah menarik pelajaran dari peristiwa terkait-sejarah itu. Pelajaran itu antara lain:

  • Kita hidup dalam dunia-bawah-sini yang tidak akan pernah sempurna. Perang Dunia– seperti halnya Perang Salib yang terjadi sekitar satu milenium sebelumnya– menunjukkan bahwa ras manusia bisa dapat sangat konyol.
  • Kita memiliki kapasitas untuk menjadi sangat biadab. Ini ditunjukkan antara lain oleh  Tragedi Holocaust 1941-1945 menelan kobran sekitar 6 juta penduduk Yahudi atau 2/3 total populasi mereka di Eropa.
  • Kita memiliki heroisme luar biasa serta kapasitas untuk berkorban untuk sesuatu nilai yang diyakini, antara lain nilai kemerdekaan. Ini ditunjukkan oleh jutaan martir dalam Perang Salib, Perang Dunia dan Perang Kemerdekaan.

Memori kolektif Anak Adam dalam dua milenium terakhir dipenuhi– sadar atau di-bawah-sadar– oleh kenangan dan persepsi mengenai tiga peristiwa itu: Perang Salib, Perang Dunia, dan Holocaust. Kenangan ini mengajarkan bahwa kita suka menumpahkan darah (seperti ramalan Malaikat), ingin menang sendiri, berbakat sangat-konyol dan sangat-biadab. Itulah pelajarannya.

Apakah ancaman itu sudah berakhir? Jawabannya meragukan. Kenapa? Karena seperti seorang bijak (Schuon, 2006:3, Gnosis, Divine Wisdom) ungkapkan, Zaman Now adalah zaman ketika:

(1) Religions are separated from each other by barriers of mutual incomprehension…, and

(2)… the interpenetration of civilization gives rise to many problems– not new, it is true, but singularly: “timely” and “urgent”–  

Sumber Gambar: Google

Terapinya? Salah satunya mungkin tarbiyyah tazkiyatun nafs seperti shaum itu lho!. Wallahualam.

[1] Normandia adalah bagian ujang-barat-utara wilayah Prancis dengan luas sekitar 12,000 km2 dan populasi sekitar 5% dari total populasi negara itu.

Contact: uzairsuhaimi@gmail.com

← Back

Thank you for your response. ✨