“Dan Kami tunjuki dia dua jalan.”
Ever wonder why we start everything with #Bismillah?
Ternyata, di dalamnya ada “sistem navigasi” ilahi yang mengatur perjalanan spiritual kita.
Seperti GPS, setiap kata punya fungsinya:
🛰️ Bİ = Transmitter yang menyambungkan niat kita kepada-Nya.
🗺️ ISM = Peta menuju koordinat Rahmat Allah. ☁️ ALLĀH = Server Pusat tempat kita menyambung.
🌊 AR-RAḤMĀN = Live Streaming rahmat yang terus mengalir.
💾 AR-RAḤĪM = Auto-Save rahmat ke dalam memori hati.
Spesifikasi Teknis Hati Anda:
📶 Bandwidth: Hati yang Selamat (Qalbun Salīm – QS. Asy-Syu’ara’: 89)
🛡️ Firewall: Ikhlas (QS. Al-Bayyinah: 5)
🔐 Encryption: Tawadhu’ (QS. Al-Furqan: 63)
Tapi, kadang sinyal kita terputus. Ini kode error-nya:
❌ E-101 (Bī not detected): Niat belum benar. Reset dengan ikhlas.
❌ E-202 (No signal to Allāh): Hati lalai. Refresh dengan istighfar.
❌ E-404 (Rahmat not found): Lupa bersyukur. Update diri dengan syukur.
Praktikum: Coba deh, baca Al-Fatihah hari ini dengan menyadari setiap “fitur” dari Bismillah ini. Rasakan bedanya?
Metafora GPS ini adalah ikhtiar untuk memahami hikmahnya, bukan mengurangi kesakralannya. Semoga bermanfaat!
Tanda Tangan: Dari pelayaran seorang musafir ilmu yang masih sering kehilangan sinyal. Semoga kita selalu terhubung ke Server yang Maha Pengasih.
#DigitalDakwah #TafsirAlQuran #SelfImprovement #Islam
Wallāhu a’lam bish-shawāb.