LAGI KACAU

Kita Tau Dunia Lagi Kacau, Ini Akar Masalahnya (Bukan Cuma Politik!)

Krisis iklim, kesenjangan sosial, perang—kita sering mikir solusinya cuma lewat teknologi atau kebijakan. Tapi menurut Islam, semua chaos ini ternyata punya satu akar yang sama: penyakit spiritual.

Penyakitnya dirangkum dalam “Segitiga Keruntuhan Spiritual”:

  1. Al-Hiras (Keserakahan Kompetitif): Gaya hidup “balikin story lu, gue unggah!”. FOMO yang bikin kita eksploitasi bumi dan saingin terus. QS. At-Takatsur: 1-2 udah ngingetin soal ini.
  2. Taghallub al-Hawā (Nafsu yang Jadi Raja): Pas keinginan duniawi jadi komandan, akal sehat & hati nurani kita dicuekin. Ini yang psikologi bilang the dictatorship of desires. QS. Yusuf: 53 ngingetin kalo nafsu emang jagonya suruh jahat.
  3. Al-Fasād (Kerusakan Sistemik): Ini hasil akhirnya. Yang parahnya, para perusak malah ngaku diri mereka “reformis”. Mengeksploitasi alam? “Ini buat pembangunan!”. Nindas yang lemah? “Ini buat stabilitas!”. Mereka udah ilang rasa realitas (QS. Al-Baqarah: 11-12).

Akibatnya? Krsis Lingkungan dan Krisis Sosial. Bagaimana hal itu bisa terjadi? Lihat aja Diagram 1 dan Diagram 2.

Trus, ada harapan nggak? PASTI ADA.

Islam punya konsep #Fitrah . Sebelum lahir ke dunia, jiwa kita sudah melekat bahwa Allah itu Tuhan. Artinya, kompas moral buat bedain bener-salah sudah tertanam di dalam diri kita. Cuma aja, sering ketutup debu keserakahan dan kelalaian.

Tugas kita adalah “membersihkan debu” itu. Balik ke jati diri. Nabi Muhammad SAW juga ngasih kita jaminan lewat QS. Az-Zumar: 53: “Janganlah berputus asa dari rahmat Allah.”

Jadi, solusinya dimulai dari kita. Gerakan pensucian jiwa (tazkiyatun nafs) bukan hanya membuat diri sendiri, tapi untuk mendorong perubahan sistem yang lebih adil dan berkelanjutan. Mari sembuhkan diri kita sendiri untuk menyembuhkan dunia.