Gaya Bahasa Al-Quran: Bukan Teori, Tapi Gerakan


Pernahkah kita sadar, Al-Qur’an punya bahasa yang tak biasa?
Ia tidak asyik berdebat tentang konsep abstrak.
Ia tidak sibuk merumuskan teori.
Ia langsung menggerakkan tangan dan kaki kita — menuntun dari kata, menuju aksi nyata.

Dalam isu-isu penting — kemiskinan, keadilan, pembangunan, lingkungan — Al-Qur’an memilih sikap tegas:
“Jangan hanya bicara ‘ini’, tapi lakukanlah ‘itu’.”

Contohnya?


1️ BUKAN “KEMISKINAN” — TAPI “BERI MAKANLAH”
Al-Qur’an tak sibuk mendefinisikan poverty.
Ia langsung menunjuk tindakan:
“…atau memberi makan pada hari kelaparan.” (QS Al-Balad: 14)
Pendusta agama?
“Tidak mendorong memberi makan anak yatim.” (QS Al-Ma‘ūn)
Pesan jelas: Keadilan sosial bukan wacana. Ia adalah aksi kecil yang bisa kita lakukan hari ini juga.
Dari potensi menjadi aktual — dari niat, turun ke tangan — agar tak terjebak dalam laghwun, retorika kosong.


2️ BUKAN “TEORI PEMBANGUNAN” — TAPI “JADILAH PEMBAHARU”
Al-Qur’an tak merumuskan model pembangunan.
Fokusnya pada siapa yang bergerak:
“Perbaikilah, dan jangan ikuti jalan orang-orang yang merusak.” (QS Al-A‘rāf: 142)
Ukurannya sederhana: bermanfaat bagi manusia.
🌱 Setiap kita bisa jadi mushlih — sesuai kapasitas, sesuai langkah.
Ini etika tujuan yang hidup — bukan teori di rak buku, tapi amal di jalanan.


3️ BUKAN DEBAT EKONOMI — TAPI “HARTA HARUS BEREDAR”
Tidak perlu ribut kapitalisme vs sosialisme.
Al-Qur’an memberi prinsip yang jelas dan tegas:
“Agar harta tidak hanya beredar di antara orang-orang kaya saja.” (QS Al-Hasyr: 7)
💡 Prinsip ini bisa dipahami petani, pedagang, profesor: Kaya bersama, bukan kaya sendirian.
Keadilan ekonomi adalah cermin harmoni sosial — saat satu bagian dizalimi, semua ikut retak.


4️ BUKAN JARGON LINGKUNGAN — TAPI “LIHAT KERUSAKAN ITU”
Al-Qur’an tak memulai dengan istilah lingkungan hidup.
Ia mengajak kita menyaksikan:
“Telah tampak kerusakan di darat dan di laut karena ulah tangan manusia.” (QS Ar-Rūm: 41)
🌍 Lihat. Renungkan. Bertindak.
Krisis ekologi adalah pantulan krisis batin — ketika hubungan kita dengan alam retak, dunia pun merintih.


INTINYA:
Al-Qur’an bukan buku teori.
Ia manual transformasi — panduan dari nilai ke aksi, dari wacana ke perbaikan, dari kata ke dunia nyata.

Bukan banyak istilah — melainkan banyak gerak.
Mulai dari hal kecil.
Mulai dari diri.
Mulai dari sekarang.


📌 Sebarkan semangatnya, hidupkan aksinya.
#NgajiSosial, #IslamProgressif, #QuranDanAksi, #AmalNyata, #KayaBersama, #PeduliLingkungan, #IslamUntukSemua, #DariKataKeGerak

Leave a comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.