Selamat datang di uzairsuhaimi.blog! Blog ini merekam jejak pemikiran penulisnya mengenai bidang sosial-ekonomi-kependudukan dan refleksinya mengenai kebijaksanaan abadi dalam perspektif Islam.
SDGs dan Misi Khalifah: Saat Iman Bertemu Agenda Global
Ada anggapan bahwa SDGs adalah agenda global yang “asing” dari agama. Padahal, jika dibaca lebih dalam, SDGs justru sangat dekat dengan misi kekhalifahan dalam Islam.
Pengentasan kemiskinan, pendidikan berkualitas, keadilan sosial, perlindungan lingkungan—semua ini adalah bahasa modern dari nilai-nilai lama: menjaga kehidupan, akal, martabat manusia, dan bumi.
Dengan kata lain, SDGs adalah maqashid syari’ah dalam format kebijakan global.
Ketika dunia berbicara tentang No Poverty dan Zero Hunger, Islam menyebutnya rahmah dan hifzh al-nafs.
Ketika dunia menekankan pendidikan, Islam mengingatkan: Iqra’.
Ketika dunia khawatir pada krisis iklim, Al-Qur’an sudah lama melarang ifsad fi al-ardh—merusak bumi.
Yang sering keliru adalah cara kita membaca SDGs. Ia bukan sekadar daftar target dan indikator. Tanpa etos moral, pembangunan mudah berubah menjadi angka tanpa jiwa.
Islam memberi roh itu: niat, amanah, dan pertanggungjawaban di hadapan Tuhan. Pertanyaannya bukan hanya “apa yang tercapai?”, tetapi: apakah pembangunan ini memuliakan manusia sebagai Khalifah—atau justru menggerus martabatnya?
Menjadi Muslim yang taat dan menjadi warga dunia yang bertanggung jawab bukan dua pilihan yang bertentangan. Justru iman yang matang menuntut keterlibatan aktif dalam agenda kemanusiaan global.
SDGs memberi kita bahasa bersama. Islam memberi kita arah dan kompas etiknya.
Kini pertanyaannya sederhana: apakah kita hanya menjadi penonton dari agenda global—atau ikut mengisinya dengan nilai, nurani, dan tanggung jawab?
Catatan: Uraian lebih luas dan mendalam dapat ditemukan dalam buku Khalifah sebagai Sintesis Kosmis: Fusi Hikmah Mullā Ṣadrā dan Tanggung Jawab Global karya Uzair Suhaimi, yang akan segera diterbitkan oleh Nas Media Pustaka. Naskah dalam Pdf dapat diakses dalam [link] ini dan series sebelumnya dalam link ini.
**Statistics and Spirituality: An Unexpected Synergy**
At first glance, the pairing of statistics and religion may seem unconventional—even paradoxical. One discipline is rooted in empirical analysis, quantifying the tangible realities of our world; the other contemplates the transcendent, exploring truths beyond the physical realm. Yet this very duality defines my journey: a lifelong dedication to statistical rigor intertwined with a deep fascination for humanity’s spiritual dimensions.
**Professional Journey: Three Decades of Data-Driven Impact**
From 1981 to 2011, I served as a statistician at *BPS-Statistics Indonesia*, the nation’s central bureau of statistics, contributing to data-driven policymaking and national development. Following this, I lent my expertise to Indonesia’s *TNP2K* (a Vice President’s Office initiative) and the *International Labour Organization’s Regional Office for Asia and the Pacific (ILO-ROAP)* as a senior statistician. Since 2012, I have operated as an independent consultant, collaborating with entities like the ILO and Indonesian government agencies on pivotal projects. A recent highlight includes leading Indonesia’s first comprehensive *estimation of child labor* for the ILO Country Office in Jakarta (2019), a critical step toward addressing this urgent social challenge.
**Spiritual Inquiry: Bridging the Universal and the Esoteric**
Parallel to my professional work, I have nurtured a decades-long intellectual passion for the essence of religious thought—its esoteric traditions, universal principles, and timeless wisdom. Sufism’s mystical teachings and the *perennial philosophy*, which seeks shared truths across spiritual traditions, hold particular resonance for me. To explore these themes, I have authored and shared reflections on my personal blog, inviting dialogue on how inner understanding intersects with our outer world.
**Convergence: Where Analysis Meets Meaning**
This unlikely harmony between data and devotion has profoundly shaped my perspective: statistics reveal the *"what"* of human conditions, while spirituality grapples with the *"why."* Together, they form a dynamic lens through which I seek to understand—and contribute to—both the measurable and the immeasurable dimensions of life.
.
View all posts by Uzair Suhaimi