Kesadaranku Menunjukkan
Uzair Suhaimi
uzairsuhaimi.wordpress.com
Kesadaranku menunjukkan inteligensiku bukan apa_apa kecuali mampu membedakan yang Mutlak atau yang Riil atau Atma atau yang Satu dengan yang lain: yang relatif atau ilusi atau maya.
Kesadaranku menunjukkan kehendakku tak_bermakna kecuali terhubung atau berasimilasi dengan yang Satu.
Kesadaranku menunjukkan kualitas jiwaku didefinsikan oleh keearatan hubungan atau intensitas asimiliasi itu.
Kedasaranku mengatakan selain yang Mutlak bisa ada bisa tidak: jika ber-ada maka (a) realitasnya hanya dapat dipahami sebagai relatif terhadap yang Mutlak; (b) keberadaannya merupakan bukti dari dan tunduk pada homogenitas hukum yang merujuk pada yang Satu.
Kesadaranku menunjukkan inteligensiku yang suprarasional lebih berdaya dari pada pikiranku yang rasional.
Kesadaranku menujukkan bakat bawaan suprarasionalitas inteligenisku mampu menjangkau yang tak_terhingga, salah satu aspek dari yang Satu.
Kesadaranku menunjukkan kehendakku tak_pernah terpuaskan kecuali oleh yang Satu, yang Tak_terhingga.
Bersyukurlah jika yang Satu memancarkan cahaya sehingga terhindar dari ilusi yang koruptif: inteligensiku hanya untuk yang relatif, kehendakku hanya untuk yang maya.
Bersyukurlah aku yang Satu berkenan memancarkan cahaya kebijakan abadi: kebijakan nir-waktu dan universal kebijakan yang mendasari prinsip-prinsip doktrin-doktrin, simbol-simbol, seni-seni suci, dan praktek-praktek spiritual semua agama dunia,
Bahwa yang Satu itu dan hanya yang Satu itu saja yang Mutlak; yang lainnya, termasuk alam raya, alam imajinal, konsep atau bayangan kontemplasiku mengenai yang Satu, semuanya relatif …..@