Puasa Bukan Cuma Lapar & Haus: 3 Level yang Diajarkan Imam Al-Ghazali

Ramadan ini, mari kita naik kelas. Imam Al-Ghazali mengajarkan bahwa puasa punya tiga tingkatan. Mana level kita sekarang?

1. Puasa Awam (Umum)

➡️ Ciri: Menahan lapar, haus, dan hal-hal yang membatalkan puasa secara fisik.

➡️ Target: Selesai maghrib, misi utama tuntas. Ini fondasi wajib.

2. Puasa Khusus (Orang Shalih)

➡️ Ciri: Level 1 PLUS menjaga seluruh anggota tubuh dari dosa.

➡️ Kontrol penuh atas:

• MATA: Dari melihat yang haram.

• LISAN: Dari ghibbu, dusta, ucapan sia-sia.

• TELINGA: Dari mendengar yang buruk.

• TANGAN & KAKI: Dari berbuat maksiat.

• PERUT: Tidak balas dendam saat berbuka.

3. Puasa Khusus dari yang Khusus (Para Nabi & Wali)

➡️ Ciri: Hati dan pikiran benar-benar terpaut hanya pada Allah.

➡️ Kondisi: Hati penuh harap dan cemas, “Apakah puasaku diterima?” Bebas dari keinginan duniawi yang mengotori jiwa.

Inti Sebenarnya:

Puasa sejati bukan sekadar mengosongkan lambung, tapi memenuhi jiwa. Ia adalah latihan spiritual untuk mengangkat derajat kita dari sekadar “makhluk fisik” menuju “hamba yang dekat dengan-Nya”.

Mari jadikan Ramadan sebagai gerbang transformasi, bukan hanya rutinitas tahunan. Tujuannya adalah ketakwaan yang hakiki.

Bagaimana? Level puasa kita saat ini ada di mana? Mari sama-sama berusaha naik ke level yang lebih tinggi. Semoga amalan kita diterima.

#Puasa #Ramadan #ImamAlGhazali #Ikhlas #TazkiyatunNafs #RenunganRamadan

Puasa: Kedalaman dan Keluasan Makna

Umat Muslim siap berpuasa Ramadhan tahun ini yang menurut Sidang Itsbath Kementerian Agama RI dimulai pada Hari Minggu 3 April 2022. Bagi Mohammad Chtatau, seorang cendekiawan Maroko, Ramadhan di atas segalanya adalah “penglihatan hati” (vision of the heart) yang memungkinkan manusia untuk kembali ke pusat dirinya, bulan pengendalian diri agar terus berjuang melawan kelemahan dan hawa nafsunya agar menjadi manusia seutuhnya, dan bulan berbagi serta membangun ikatan solidaritas dengan orang-orang terpinggirkan agar mampu melepaskan diri dari situasi kemelaratan dan kesengsaraan mereka. 

Pandangan cendekiawan ini menyiratkan kedalaman dan keluasan makna Puasa dalam perspektif Muslim. Kedalaman dan keluasan maknanya dicoba dijabarkan dalam sembilan tulisan berikut ini. 

  1. Definisi Puasa
  2. Puasa: Tujuan dan Adab
  3. Substansi Puasa
  4. Puasa dan Perjuangan Spiritual
  5. Berpuasa dengan Ihsan
  6. Puasa dan Kebaikan Sempurna
  7. Puasa: Pelajaran dan Tindak Lanjut
  8. Catatan Puasaku
  9. Setelah Lebaran Apa?

Masing-masing tulisan ini dapat dibaca secara terpisah dan dapat diakses dengan cara mengklik judulnya.

Selamt membaca!