Ramadan ini, mari kita naik kelas. Imam Al-Ghazali mengajarkan bahwa puasa punya tiga tingkatan. Mana level kita sekarang?
1. Puasa Awam (Umum)
Ciri: Menahan lapar, haus, dan hal-hal yang membatalkan puasa secara fisik.
Target: Selesai maghrib, misi utama tuntas. Ini fondasi wajib.
2. Puasa Khusus (Orang Shalih)
Ciri: Level 1 PLUS menjaga seluruh anggota tubuh dari dosa.
Kontrol penuh atas:
• MATA: Dari melihat yang haram.
• LISAN: Dari ghibbu, dusta, ucapan sia-sia.
• TELINGA: Dari mendengar yang buruk.
• TANGAN & KAKI: Dari berbuat maksiat.
• PERUT: Tidak balas dendam saat berbuka.
3. Puasa Khusus dari yang Khusus (Para Nabi & Wali)
Ciri: Hati dan pikiran benar-benar terpaut hanya pada Allah.
Kondisi: Hati penuh harap dan cemas, “Apakah puasaku diterima?” Bebas dari keinginan duniawi yang mengotori jiwa.
Inti Sebenarnya:
Puasa sejati bukan sekadar mengosongkan lambung, tapi memenuhi jiwa. Ia adalah latihan spiritual untuk mengangkat derajat kita dari sekadar “makhluk fisik” menuju “hamba yang dekat dengan-Nya”.
Mari jadikan Ramadan sebagai gerbang transformasi, bukan hanya rutinitas tahunan. Tujuannya adalah ketakwaan yang hakiki.
—
Bagaimana? Level puasa kita saat ini ada di mana? Mari sama-sama berusaha naik ke level yang lebih tinggi. Semoga amalan kita diterima.
#Puasa #Ramadan #ImamAlGhazali #Ikhlas #TazkiyatunNafs #RenunganRamadan