Kata hadiah bermakna dasar tanda, penunjuk, isyarat, atau arti lain yang sejalan; tanda cinta_kasih_sayang. Tradisi membagi hadiah dalam bentuk tukar-kado atau bagi-bagi ampau mengandung potensi nilai kebajikan sosial, memperkuat tali-sillaturrahmi, berdampak positif terhadap penguatan harmoni dan ketahanan sosial. Pertanyannya: Kenapa tradisi ini di kalangan umat lemah? Tantangan: Bagaimana mengubah mentalitas umat yang allegedly lebih bercirikan ‘semangat menerima’ ketimbang ‘semangat memberi’ yang sesuai dengan semangat Islam. Hemat penulis tantangan ini achievable karena pernah dibuktikan dalam sejarah Islam awal.
Urian lebih lengkap mengenai topik ini dapat diakses secara bebas dengan cara meng- klik: Hadiah