Dalam tradisi agama samawi, Musa a.s dan Fir’aun adalah dua tokoh besar dalam kedudukan masing-masing. Artikel ini membahas secara singkat episode ketika kedua tokoh besar itu terlibat dalam suatu dialog yang terekam dalam teks suci. Bagi penulis, dialog ini mengilustrasikan model didaktis qurani dalam hal penyampaian suatu misi secara tegas -pesan diampaikan secara jelas, tanpa ambigu—tetapi caranya tetap ‘lembut’. Bagi yang berminat menagkses artikel pendek dengan 707 kata ini silakan klik: dialog-musa-firaunrevRev
Month: June 2011
Unsur dan Sasaran Risalah: Kesamaan dan Perbedaan Misi Muhammd SAW dengan Rasul Sebelumnya
Unsur dasar risalah agama samawi sama: kabar gembira dan peringatan. Cakupan sasaran berbeda: sebelum era Muhammad saw bersifat lokal; sejak rasul terakhir itu bersifat universal dan global sebagaimana tercermin dari ungkapan ‘wahai manusia’ ketika memanggil umat, bukan ‘wahai kaumku’ seperti seruan Rasul sebelumnya. Artikel mengekplorasi topik ini ini, merupakan versi penyempurnaan dari artikel sebelumnya. Bagi yang berminat mengaksesnya silakan klik: unsursasaranrevRev
Rasa Keberagaman: Tantangan Bagi Ahli Sain_Teknologi
Rasa keberagamaan mucul dari rasa takjub yang bersifat manusiawi. Teks suci mengendaki agar intensitasnya ditingkatkan dengan menggunakan secara optimal dan proporsional seluruh perangkat rohaniah manusia: akal, perasaan dan hati. Karena sudah terlatih memanfaatkan kekuatan akal maka para ahli sain_teknologi memiliki peluang lebih besar dibandingkan kebanyakan untuk memiliki rasa keberagamaan yang intens. Tantangannya bagi mereka adalah memanfaatan kekuatan hati secara optimal. Bagi yang tertarik dengan topik ini silakan klin ini
Misteri Angka 7 dan Kelipatannya
Angka 7 ternyata sangat populer dan sudah lama dikenal di hampir semua kebudayaan dan agama manusia. Artikel ini, dinarasikan dalam 7×70 kata, menyajikan catatan ringan seputar angka yang terkesan bernuansa mistis itu. Pembaca yang berminat mengaksesnya, silakan klik: Tujuh
Derajat Kesehatan Penduduk Indonesia Berdasarkan Hasil Sensus Penduduk
Indonesia –dari sisi ketersediaan data—semakin kaya karena Sensus Penduduk 2010 sudah membuahkan hasil sekalipun yang didiseminasikan baru terbatas pada beberapa variabel pokok, termasuk umur dan jenis kelamin. Artikel ini menganalisis dua variabel pokok sensus itu untuk memotret derajat kesehatan penduduk, menggunakan alat analisis Rasio Kelangsungan Hidup Antarsensus. Hasil analisis memeberikan indikasi bahwa derajat kesehatan penduduk Indonesia dalam kurun 1990-2010 membaik kecuali untuk laki-laki.
…. derajat kesehatan penduduk Indonesia dalam kurun 1990-2010 membaik kecuali untuk laki-laki.
Bagi yang berminat silakan klik INI
[Untuk kembali ke Daftar Isi klik INI]