Khadafi dan Semangat Zaman

Dalam beberapa hari terakhir ini kita disuguhi tontonan dramatis: Muammar Khadafi tertangkap, konon di gorong-gorong saluran air limbah, sebelum akhirnya terbunuh dengan lumuran darah di bagian kepala. Kematiannya di disambut meriah dan ini dapat dipahamai mengingat kejahatan kemanusiaan yang dituduhkan kepada alamarhum. Bagi penulis tuduhan itu akan lebih elok jika dibuktikan dalam suatu pengadilan yang kredibel karena selain dapat memenuhi rasa keadilan yang beradab, pengadilan dapat memverifikasi berbagai jenis kejahatan kemanusiaan yang dituduhkan kepadanya, termasuk ulahnya meledakaan suatu pesawat terbang. Bagi penulis femomena Khadafi merupakan contoh ilustratif ketidakmampuan seorang tokoh publik dalam memahami zeitgeist dunia kontemporer. Tulisan ini menjelaskan “thesis” penulis ini secara singkat yang dapat diakses secara gratis dengan meng- klik:  Khadafi

Bahasa Iklan dan Bahasa Agama

Sekalipun dari sisi substansi tidak berhubungan, antara bahasa iklan dan bahasa agama terdapat paraleisme dari sisi gaya bahasa. Seperti bahasa iklan, gaya bahasa agama pada umumny bernarasi singkat, kuat, inspirasional, kaya makna dan pada umumnya menghendaki penafsiran kontekstual. Selain itu, seperti halnya narasi bahasa iklan, narasi bahasa agama sampai taraf tertentu mencerminkan rasa bahasa dari masyarakat pemangku bahasa itu. Unsur rasa bahasa sangat perlu untuk dipertimbangkan dalam memahami pesan keagamaan secara cermat. Artikel ini membahas secara singkat kedua topik ini. Artikel dapat diaskses secara bebas dengan cara meng-klik: Iklan_Agama