Sekalipun dari sisi substansi tidak berhubungan, antara bahasa iklan dan bahasa agama terdapat paraleisme dari sisi gaya bahasa. Seperti bahasa iklan, gaya bahasa agama pada umumny bernarasi singkat, kuat, inspirasional, kaya makna dan pada umumnya menghendaki penafsiran kontekstual. Selain itu, seperti halnya narasi bahasa iklan, narasi bahasa agama sampai taraf tertentu mencerminkan rasa bahasa dari masyarakat pemangku bahasa itu. Unsur rasa bahasa sangat perlu untuk dipertimbangkan dalam memahami pesan keagamaan secara cermat. Artikel ini membahas secara singkat kedua topik ini. Artikel dapat diaskses secara bebas dengan cara meng-klik: Iklan_Agama