Puasa, Pulang_Mudik dan Halal_Bi_Halal: Memahami Signifikansi Keagamaan dari Tradisi


Artikel ini, dinarasikan dalam 7×171 kata, mengetengahkan signifikansi keagamaan dari tradisi-tradisi puasa, pulang_mudik dan halal_bi_halal. Bagi yang berminat menyimak silakan akses artikel dengan cara mengkilik: Puasa sebagai Perisai

One thought on “Puasa, Pulang_Mudik dan Halal_Bi_Halal: Memahami Signifikansi Keagamaan dari Tradisi

  1. Halal bi halal dan silaturahmi merupakan penyeimbang antara hubungan vertikal dan horisontal. bukankah hampir semua perintah tuhan selalu demikian. Ketika sholat diawali dengan takbir (vertikal) dan diakhiri dengan salam (horisontal). ketika puasa juga demikian. diawali dengan horisontal dan diakhiri dengan zakat (horisontal). jadi semua serba seimbang.

    Like

Leave a reply to roni Cancel reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.